Sabtu sore di pertengahan November, sebuah undangan biru datang padaku. Undangan itu membuatku shock. Hatiku tak sanggup untuk terus mengeja nama-nama yang tertera di sanaa: ARIF dan IFAH. Berita pernikahan mereka sungguh dahsyat, seperti mendengar petir di siang bolong. Aku rasakan langit mau runtuh. Sakitnya tidak hanya di hati, tetapi juga di seluruh tubuhku. Dadaku benar-benar sesak. Aku ma…